Hari Juang Kartika

Hari Juang Kartika
Hari Juang Kartika

Petani Desa Binaan BI Panen Perdana Beras Organik.

BERITA MOLTODAY author photo


Moltoday.com -  Medan |Inflasi Sumatera Utara pada triwulan II 2018 tercatat sebesar 3,36% (yoy) menurun dari triwulan sebelumnya 3,91% (yoy) seiring dengan terjaganya pasokan bahan makanan, terutama beras. Tekanan inflasi kelompok sandang meningkat dari 2,3% (yoy) menjadi 2,9% (yoy) juga turut mendorong kenaikan tekanan inflasi pada triwulan II 2018. Tekanan inflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan meningkat dari 1,3% (yoy) menjadi 2,8% (yoy) turut mendorong kenaikan tekanan inflasi umum.

Padi merupakan makanan pokok bagi penduduk di Indonesia dan termasuk juga komoditas pangan yang mempengaruhi inflasi. Hal ini mengisyaratkan upaya peningkatan produksi padi menjadi suatu keniscayaan mengingat jumlah penduduk Indonesia terus bertambah dengan laju 1,4 % per tahun.

Di Indonesia, jumlah penduduk pada tahun 2017 sudah mencapai 258,7 juta jiwa dengan kebutuhan beras 29,65 juta ton/tahun dengan asumsi 114,6 kg/kapita/tahun. Terkait dengan proyeksi peningkatan jumlah penduduk yang akan menjadi 262,2 juta jiwa pada tahun 2018, pemerintah harus mampu produksi beras menjadi 47,89 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 30,05 juta ton beras.

Sumatera Utara (Sumut) selama tahun 2017 mampu mempertahankan posisinya di lima besar lumbung beras Indonesia. Produksi padi Sumut pada 2017 sebesar 5,1 ton gabah kering giling yang setara 3,2 juta ton beras. Atas dasar statistik jumlah penduduk Sumut 14,1 juta jiwa dengan produksi beras 3,2 juta ton maka Sumut surplus 1,42 juta ton atau swasembada 79,6 persen karena kebutuhan beras per tahun 1,78 juta ton. Sementara konsumsi beras masyarakat 126,32 kg per kapita per tahun.

Untuk mendukung pengendalian inflasi harga bahan pokok, Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kota Binjai membentuk klaster komoditas ketahanan pangan klaster integrasi padi-sapi.

Dalam rangka peningkatan produktivitas hasil dan peningkatan kompetensi petani anggota kelompok, Bank Indonesia memberikan bantuan baik berupa bantuan fisik melalui PSBI maupun bantuan teknis dalam bentuk pelatihan.

Program pengembangan klaster integrasi padi-ternak di Kelompok Tani Harapan Tani Kelurahan Tanah Merah,dilakukan secara bertahap dan multiyears (2018-2021). Tahun 2018-2019, merupakan tahun pembangunan program yang berfokus pada kegiatan on farm atau budidaya pertanian. Pada tahun pertama klaster binaan diharapkan dapat mendorong petani dalam gapoktan mampu untuk melaksanakan teknologi budidaya padi dan produksi pupuk organik sesuai dengan praktek budidaya yang baik (GAP, Good Agriculture Practices).

Pada hari ini, telah dilakukan panen perdana oleh Walikota Binjai, PJs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan OPD terkait dilahan seluas 3 Hektar dengan hasil produksi 4,8 ton/ha. Sedanngkan, panen tahap kedua akan dilakukan dilahan seluas 2 Hektar pada minggu kedua bulan Desember 2018.(Amsari)
Komentar Anda

Berita Terkini