IRT Nginap di Mapolres Tanjungbalai Dagang Sabu

author photo

Kontributor : Ilhamsyah

Tanjungbalai (Moltoday.com)  |Berkerja sebagai ibu rumah tangga nyambi jual sabu seorang prempuan paruh baya ini digelandang Kemapolres Tanjungbalai karna menyimpan Narkotika diduga jenis sabu tepat dikediamannya Jalan.Arteri Gang Keluarga Link.I Kel.Sirantau Kec.Datuk Bandar Kota Tanjung Balai.


Dikatakan Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH., menyebutkan kepada awak media, Tersangka Sulasni berhasil diamankan berkat informsi dari masyarakat yang yang mengimpokan kepada petugas  sering terjadi transaksi Narkotika dijalan Alteri.

Berdasarkan informasi dari masyarakat yang layak dipercaya yang mengatakan bahwa di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Arteri Gang Keluarga Link.I Kel.Sirantau Kec.Datuk Bandar Kota Tanjung Balai sering dijadikan tempat bertransaksi narkotika jenis shabu.

Atas informasi tersebut Unit II Opsnal Sat Res Narkoba melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan dan hasil lidik A1 maka personil langsung mendatangi TKP dan melakukan penangkapan terhadap TSK IRT ( Ibu rumah tangga) yang paruh baya ini.

Saat melihat kedatangan petugas, TSK mencoba membuang sesuatu dari jendela kamar rumahnya dengan menggunakan tangan kirinya, yang kemudian setelah diamankan dan di periksa oleh petugas ternyata 1 (satu) bungkus plastik klip transparan diduga berisi narkotika jenis shabu.

Selanjutnya dengan didampingi kepala lingkungan, petugas melakukan penggeledahan rumah milik TSK dan pada lantai rumah, petugas menemukan 1 bungkus plastik transparan diduga berisi narkotika jenis shabu, 1 buah plastik klip transparan kosong dan 1 buah sendok sekop pipet plastik .

Kemudian petugas menginterogasi TSK dan TSK menerangkan bahwa narkotika jenis shabu tersebut adalah benar milik nya.

Selanjutnya barang bukti dan TSK di bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pada Media, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH., menyebutkan pada Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1, Subs pasal 112 ayat 1, UU.No.35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun.




Komentar Anda

Berita Terkini