SYAHBANDAR

SYAHBANDAR

Hidup Ini Memang Pahit Buat Maildan Azka

author photo

Published: MBaktiN70
Editor       : Redaksi

Moltoday.com, Taput - Setiap orang terkadang pernah juga merasakan dan berkata " Hidup ini memang pahit "

Maklum, kalimat ini terucap , karena ada sesuatu yang di rasakan dan dialami oleh seseorang  yang tidak sesuai dengan  kenyataan dan juga impian.

Kalimat inilah yang mungkin di rasakan oleh seseorang yang identitasnya masih dalam penyelidikan Polres Taput atas adanya penemuan seorang bayi laki- laki yang diletakkan di samping rumah  Marsaulina Nababan (  52 )  warga Sitio tio  simpang Hutabagasan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Tapanuli Utarat,kamis 5/03/ 2020.

Kapolres Tapanuli Utara melalui kasubbag humas Aiptu W. Baringbing, membenarkan peristiwa tersebut.

W. Baringbing menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa bayi jenis kelamin laki- laki tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan Marsaulina Nababan.

Marsaulina Nababan mengetahui kalau ada seorang bayi di letakkan di samping rumahnya, saat ia nya keluar dari rumah hendak membuang sampah ke belakang.

Saat pemilik rumah jalan kebelakang rumahnya, Marsaulina Nababan terkejut melihat ada seorang bayi yang terletak di samping rumah nya.
Bayi tersebut  bergerak-gerak sambil menangis yang sedang di bungkus dengan kain gendongan dengan rapi.

Melihat hal tersebut, pemilik rumah terkejut dan memberitahukan ke tetangganya, sehingga warga berdatangan, lalu memberitahukuan ke Polsek Siborong-borong.

Tidak berapa lama,anggota sat reskrim Polsek Siborong-borong yang di pimpin Iptu H. Hutagalung tiba di tempat kejadian.

Di TKP, polisi menenemukan  bayi tersebut dengan keadaan sehat dan berjenis kelamin laki-laki. Untuk menyelamatkan bayi tersebut Polisi segera membawa ke puskesmas Paniaran untuk perawatan. Polisi juga menemukan surat yang di tulis di selember kertas yang berisikan,

" Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuhnya, karena saya hidup sebatang kara, saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuannya dan juga saya tidak  kenal sama dia.
Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa-apa.

Selain meminta-minta , saya juga tidak punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak di terima karena saya tidak punya data diri.
Saya tidak punya KTP, dan kartu keluarga.

Sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-banar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya.

Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya.
bayi ini lahir tanggal 27/12/2019
namanya Maildan azka
Agamanya Islam".

Saat ini, bayi tersebut masih di rawat di puskesmas Paniaran, serta Polisi sudah berkordinasi dengan dinas sosial Pemerintah kabupaten Tapanuli Utara, untuk perawatan bayi tersebut kedepan.
Sedangkan orang tua anak tersebut, masih penyelidikan kita Sebut Aiptu W Barinbing.

Dugaan sementara memang orang tuanya tidak sanggup untuk mengurus anaknya, karena mungkin faktor kesulitan ekonomi , sehingga timbul kalimat yang berkata " Hidup ini memang pahit.
Komentar Anda

Berita Terkini