Andi Hannas, Dosen dan Peneliti STT Internasional Harvest : "Tingkatkan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama" | Akurat - Faktual - Elegan Moltoday.com

BPI KPNPA RI

loading...

Andi Hannas, Dosen dan Peneliti STT Internasional Harvest : "Tingkatkan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama"

Redaksi author photo

Deli Serdang,Sumut  -- Andi Hannas, Dosen & Peneliti STT Internasional Harvest menyebutkan bahwa pentingnya Forum komunikasi antar umat beragama dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak pada penanggulangan Terorisme.

   "Komunikasi antar umat beragama perlu ditingkatkan dengan mengedepankan kontribusi yang berdampak positif ketimbang hanya menjadi follower, diallog interfaith yang bermartabat  dan model khotbah sermiah bisa dijadikan pilihan untuk penginjilan dan pendewasaan kerohanian umat", sebut Andi Hannas, pada sebuah Simposium Teologi PASTI, (Persekutuan Antar Sekolah Tinggi Teologi Injil di Indonesia) Rabu (31/10) di Taman Jubelium GBKP Suka Makmur, Jalan Jamin Ginting Km. 45 Sukamakmur Kec. Sibolangit- Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara

   Andi Hannas juga menyebutkan, pentingnya
Kiprah gereja yang lebih berani memposisikan dirinya untuk mendukung pemerintah dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.
Menurutnya ada beberapa faktor pendorong radikalisme,
faktor pendorong radikalisme karena: kondisi ekonomi yang lemah, propaganda Media Massa, pengajaran Ideologi yang keliru dan pendidikan rendah dan kurang mencerdaskan, serta masalah-masalah kompleks", sebut Andi Hannas.

   Simposium Teologi bertajuk "Solidaritas Yesus dan Penanganan secara Komprehensif, baik Masalah Radikalisme dan Terorisme di Indonesia", hadir dan tampil sebagai Penanggap Dr. Baskita Ginting

   "Radikalisme dan terorisme di Indonesia muncul setelah rezim Orde Baru lengser. Awalnya gerakan ini hanya menuntut agar pemerintahan Orde Baru memberikan keadilan terhadap umat Islam yang tertindas.Namun dalam perkembangannya di era pasca reformasi bertindak sebagai oposisi yang mangancam NKRI, mendesak agar mengubah sila-sila Pancasila dan UUD 1945", sebut Andi Hannas.
Lebih lanjut disebutkannya, Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib Bersinergi untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi sehingga faktor yang menyebabkan radikalisme dan terorisme dapat teratasi.

   Pemerintah Indonesia terus berupaya dengan sangat serius menanggulangi radikalisme dan terorisme melalui Badan Nasionalis Penanggulangi Terorisme (BNPT), Pemerintah Republik Indonesia, pemuka agama dan masyarakat wajib Bersinergi untuk membangun komunikasi dan bekerjasama untuk memberikan solusi yang cepat dan membumi.

"Gereja dan teologi merapatlah pada kelompok-kelompok komunitas Islam dan merapatkan barisan untuk bekerjasama memberikan solusi cepat membuat dalam  mengatasi radikalisme dan terorisme", himbau Andi Hannas.
(Hary B Manalu)
Komentar Anda

Berita Terkini