Hari Juang Kartika

Hari Juang Kartika
Hari Juang Kartika

Dana Desa Lölöfaösö Tabaloho Tahun 2015 Hingga 2017 Ada Kejanggalan.

BERITA MOLTODAY author photo


Moltoday.com - Gunungsitoli  / Peraturan pemerintah no 60 tahun 2014 tentang Dana desa yang bersumber dari APBN Kegiatan dana desa (DD)  lölöfaösö Tabaloho Kecamatan Gunungsitoli Selatan mulai tahun 2015 hingga 2017 Silva yang  dilanjutkan 2018, diduga memiliki banyak kejanggalan dan sarangnya korupsi dalam pelaksanaanya, Jum'at  (07/12/18).


Hal ini berdasarkan ada temuan batang kelapa yang dijadikan penyanga batu di jalan yang sudah di aspal pada kegiatan Dana Desa tahun 2015 di Dusun I Didesa Lölöfaösö Tabaloho.


Hal ini ditangapi beberapa warga salah satu diantaranya iman berkat jaya Mendrofa Warga masyarakat Dusun I Desa Lölöfaösö Tabaloho saat dikonfirmasi di depan rumahnya

Penuturanya " pembangunan pengaspalan jalan tepatnya pada kegiatan Dana Desa tahun 2015 di depan rumah saya itu terlihat batang kelapa yang digunakan penahan batu karena posisi di depan rumah saya itu agak miring pak, maka hal ini  dapat kita ragukan ketahanan nya karena ketika batang kelapanya busuk maka jalan dapat rusak,  keluhnya Iman Berkat Jaya Mendrofa.

D iwaktu yang sama juga ditambahkan Daliwanolo Lase salah warga Desa Lölöfaösö Tabaloho saat dikonfirmasi mengatakan ," mengenai harga semen pada Proses pembangunan bak air pada kegiatan Dana Desa tahun 2016 di Desa Lölöfaösö Tabaloho pada saat itu harga semen pengabilan mereka dalam pembangunan bak air sebesar Rp. 100.000 pada hal harga semen di pasar pada saat itu kurang lebih Rp. 80.000. Tuturnya.

Lanjutnya, " saya berharap kepada Pemerintahan Kota Gunungsitoli agar melihat serta mengaudit kegiatan Dana Desa di Desa kami, tegasnya Daliwanolo mantan pensiunan panitra itu.

Kemudian, hal ini dibenarkan Yustinus Harefa salah satu Aparat Desa Lölöfaösö Tabaloho sebagai Anggota BPD, saat dikonfirmasi mengatakan, " kegiatan Dana Desa di Desa kami sangat jauh dari apa yang diharapkan masyarakat, dalam hal ini mulai dari bahan dimana kita lihat pemakaian batunya yang digunakan batu kapur dan kemudian di dalam Rab pemasangan Dwiker itu ada dua tapi kita cek di lapangan hanya satu dipasang Dwiker, lalu penyusunan batu biasanya penyusunan batu samping tengah, samping tengah, ini beda", ungkapnya

Kemudian," bak penampungan air ada sekitar 8 bak, ukuran yang pas tinggi nya 2 meter dan lebarnya satu meter setengah hanya satu bak sedangkan bak yang lainnya lebarnya satu meter empat puluh empat, dan tingginya kurang 2 meter", ujar Yustinus Harefa. (EFF).
Komentar Anda

Berita Terkini