DURIAN SIBOLANG

MUHARAM DISKOMINFO MDN

MUHARAM DISKOMINFO MDN
Tahun Baru 1 Muharam

Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Belasan Rumah Warga Rata Dengan Tanah Dijilat Si Merah

author photo


Published : Bern M
Editor        : Redaksi

LABUHANBATU | Moltoday.com – Kejadian yang menyedihkan menimpa warga di Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu pada Lebaran Pertama 1440 H.



Pasalnya, belasan rumah warga rata dengan tanah akibat amukan si jago merah yang terjadi sekira 03:00 Wib subuh pada Rabu, 05 Juni 2019.

Informasi yang berhasil dihimpun redaksi, diperkirakan 13 rumah warga yang rata dengan tanah akibat jilatan api.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH SIK melalui Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto membenarkan kejadian tersebut.

"Ya, sekitar tiga belas rumah terbakar. Kebakaran diketahui sekira 03.30 Wib subuh dan saat ini api sudah padam," kata Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto saat dihubungi, Rabu pagi.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dan korban jiwa. Sumber api pertama kali datang dari warung kelontong dan penjual gas elpji. Pemilik warung juga belum diketahui keberadaannya.

"Penyebab api belum diketahui dan korban jiwa juga belum diketahui. Namun sampai saat ini Pangku(55) dan istri pemilik usaha gas elpiji dan warung kelontong itu belum diketahui keberadaannya," sebut AKP Budianto.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa ruko warga yang menjadi korban kebakaran antara lain Pangku, Rumah Saudara Ali Kedai Kopi Lintas 5, Rumah Saudara Ahwat Toko Mas Moderen, Rumah Saudara Joni Ponsel dan lainnya.
"Kita belum mengetahui api berasal dari mana dan apa penyebabnya. Saat ini kita lagi fokus upaya pemadaman, nanti akan kita cari tahu," ucap Kapolsek.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Pemkab Labuhanbatu Aminullah Haris Nasution membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah warga yang dihuni etnis Tionghoa itu.

"Iya ada kebakaran di sana. Tapi belum tahu berapa rumah dan berapa korbannya, masih simpang siur," kata Haris.
Komentar Anda

Berita Terkini