DELINEWSTV

MUHARAM DISKOMINFO MDN

MUHARAM DISKOMINFO MDN
Tahun Baru 1 Muharam

Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Bupati Dairi Panen Padi Sawah Bersama Kelompok Tani Asi Dusun Jumaramba

author photo
Ket photo:
Bupati  DR Eddy Keleng Ate Berutu beserta ibu Ny Romy Mariani Eddy Berutu (Ketua Team Penggerak PKK Dairi) saat panen perdana.

Published : Panji HS
Editor        : Panji,Redaksi

DAIRI | Moltoday.com -  Saat ini Kabupaten Dairi diharapkan menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan Sumatera Utara”.

Bupati Dairi DR. Eddy Keleng Ate Berutu bersama dengan Wakil Bupati Dairi Jimmy Andrea Lukita Sihombing, SH panen padi sawah metode Sri bersama kelompok tani Asi Dusun Jumaramba, Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul pada Senin (24/6/2019).

BACA JUGA : Bunda Paud Kabupaten Dairi Hadiri Pelepasan Paud Tk Grace Parongil San Paud Grace Sopokomil

Panen sawah bersama tersebut turut di ikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Ir. Herlina Tobing, Unsur Forkopimca Kecamatan Sumbul, Camat Sumbul Drs. Tingki Simamora serta Kepala Desa Pegagan Julu VI.

Bupati Dairi dalam sambutannya mengatakan ekonomi kita saat ini sangat di dorong besar dari sektor pertanian sehingga yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah para petani. Beliau mengatakan saat ini Kabupaten Dairi diharapkan menjadi salah satu lumbung pangan di kawasan Sumatera Utara dikarenakan jumlah persawahan yang terus turun dari tahun ke tahun. “Kita harus kembalikan persawahan itu, kita harus kembalikan sukacita memanen sawah seperti yang dilakukan oleh orang tua kita dulu.

Saat ini kita panen jumlahnya tidak terlalu banyak, ke depan kita harapkan jumlah akan lebih banyak lagi,” ujar Beliau. Untuk mencapai hal tersebut, Beliau mengatakan bahwa peran Bumdes di suatu desa sangat bisa membantu dan berperan. 

Untuk itu, Beliau berpesan dan mengisntruksikan kepada Kepala Desa setempat agar dengan segera membentuk suatu Bumdes, karena dengan adanya Bumdes dapat membantu perekonomian para petani guna meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Misalnya dikatakan Beliau Bumdes nantinya dapat membeli peralatan mesin untuk pertanian seperti traktor yang dapat disewa oleh para petani, hasil sewa tersebut nantinya dapat dipergunakan untuk biaya-biaya yang dibutuhkan Bumdes sehingga nantinya tidak tergantung dan berharap lagi akan adanya bantuan-bantuan yang datang untuk para petani.”Bisa saja nanti Bumdes yang menjadi penyalur pupuk bagi masyarakat,” jelas Beliau. Semantara itu, kepada Camat Sumbul Beliau berpesan agar selalu melakukan pembinaan ke setiap desa-desa serta memperhatikan kesulitan apa yang dialami setiap desa dan memberdayakan potensi sumber daya yang dimiliki oleh setiap desa. Selain itu, Beliau juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Dairi akan menerbitkan Kartu Tani yang akan diberikan kepada para petani yang sekaligus akan menjadi Kartu Bank dan akan digunakan pertama kali untuk menebus pupuk bersubsidi.

Namun, untuk pemakaian selanjutnya Beliau mengatakan telah berkoordinasi dengan Bank terkait agar nantinya Kartu Tani tersebut bisa di gunakan sebagai Kartu Kredit. “Pastikan para petani semua sudah memiliki Kartu Tani, dan untuk memiliki kartu tersebut ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Dengan demikian para petani sudah langsung memiliki rekening yang harus mutlak dimiliki karena Pemerintah saat ini menyalurkan seluruh bantuan melalui rekening,” terang Beliau. Dengan Kartu Tani tersebut Beliau berharap seluruh masyarakat Kabupaten Dairi khususnya para petani dapat menjadi masyarakat yang unggul dan sejahtera dalam harmoni keberagaman.

Kemakmuran dan kesejahteraan itu seolah-olah susah dicapai seperti tembok tebal. Namun, sebetulnya itu hanya kabut saja, kita halau sedikit demi sedikit sudah terlihat kesejahteraannya. Itu bukan mimpi dan bisa kita raih,” pungkas Beliau di akhir sambutannya.
 Usai memberikan sambutan, Bupati Dairi bersama dengan Wakil Bupati Dairi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi, Kepala Dinas Kabupaten Dairi, Pemerintahan Kecamatan dan Kelompok Tani langsung turun ke sawah untuk melakukan panen bersama.

Usaha tani padi dengan metode SRI (System of Rice Intensification) merupakan usaha tani yang dapat menghemat penggunaan input seperti benih, penggunaan air, pupuk kimia dan pestisida kimia melalui pemberdayaan petani dan kearifan lokal.
Komentar Anda

Berita Terkini