DELINEWSTV

MUHARAM DISKOMINFO MDN

MUHARAM DISKOMINFO MDN
Tahun Baru 1 Muharam

Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Praktisi Hukum Dedi Suheri SH Meminta Menkumham Beri Tindakan Tegas Kepada Karutan Labuhan Deli.

author photo



Labuhan Moltoday - Pasca Terungkapnya peredaran narkoba jenis sabu yang dilakukan tiga Warga Binaan Pemasyarakat ( WBP) Rumah Tahanan (Rutan) kelas II Labuhandeli  di Blok A lantai III kamar 4, Kamis (4/7), menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat.Yang menilai dan bertanya bagaimana barang haram dan timbangan elektrik tersebut bisa masuk kedalam rutan.



Rasa heran juga dilontarkan pratiksi hukum Dedi Suheri SH yang menilai, adanya kelemahan dalam pengawasan kepada warga binaan yang dilakukan sipir Rutan kelas II Labuhandeli tersebut.




"Kalau saya lihat ini terjadi kelemahan pengawasan terhadap para warga binaan yang dilakukan oleh pihak rutan, masak barang haram narkoba bisa lolos kedalam rutan," ucapnya saat dihubungi wartawan melalui seluler, Jumat (5/7) siang.




Lebih lanjut Dedi Suheri SH mengatakan, "Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly harus memberikan teguran dan tindakan tegas kepada kepala rutan kelas II Labuhandeli.


Karena,seharusnya rutan menjadi tempat pembinaan para pelaku narkoba. Kok ini malah menjadi lokasi pemakai dan peredaran narkoba," tegasnya.




Dalam kesempatan ini juga Dedi Suheri SH meminta, kepada jajaran Kemenkumham baik Pusat maupun Daerah untuk melakukan sidak ke Lapas dan rutan di Sumatera Utara ini yang rawan peredaran narkoba.




"Saya harap, Menkumham melakukan sidak keseluruh lapas dan rutan yang ada di Sumatera Utara, sebab saya yakin bukan hanya di Rutan Labuhandeli saja yang terjadi seperti ini. Tapi bisa juga terjadi di Lapas lain,agar tidak terulang kerusuhan seperti di Lapas khusus Narkotika Langkat beberapa waktu yang lalu yang berimbas di copotnya Kalapas Bahtiar Sitepu," terangnya.




Sementara itu, Kepala Rutan kelas II Labuhandeli Nimrot Sihotang saat dihubungi wartawan melalui pesan whassapp,Jumat (5/7) membantah bahwa kelalaian atau kelemahan dalam pengawasan warga binaan dari pihaknya.




"Itu diikarenakan over kapasitas, dimungkinkan petugas kurang teliti dalam melaksanakan penggeledahan," cetusnya singkat. 




Saat disinggung kenapa barang haram seperti sabu dan timbangan elektrik bisa masuk ke dalam Rutan, Nimrot bungkam dan tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan.(A-1Red)
Komentar Anda

Berita Terkini