Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Diskominfo Medan

Diskominfo Medan
Idul Adha 1440 H 2019

Ketua Komisi C Pertanyakan Apa Alasan Pemko Medan Melakukan Penggusuran Warkop Elisabeth.

author photo

Medan,Moltoday.com-Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Boydo H.K.Panjaitan mengatakan agar para pedagang warung kopi Taman Ahmad Yani (Elisabeth) di Jalan Haji Misbah, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan bersabar dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar hukum. Hal ini diucapkan Boydo menanggapi terjadinya insiden tersiramnya Kasatpol PP Kota Medan yang diketahui akibat tarik menarik dandang air panas antara seorang anggota Satpol PP kota Medan dan seorang pedagang warkop Elisabeth saat penggusuran kedua yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Rabu (7/8) kemarin. Sehingga, kejadian tersebut menjadi viral baik di media sosial dan juga di media cetak dan elektronik.

“Terus terang saya selaku ketua Komisi C DPRD Kota Medan melihat video kejadian tersebut dari media sosial sangat menyayangkan, sebab saya tidak ada memberikan izin para PK5 Warkop Elisabeth untuk berjualan menunggu pertemuan yang akan dilakukan hari ini, Senin (12/8), karena kita akan memanggil pihak-pihak yang berkompeten terkait penggusuran tersebut,” ujar politisi dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.

pada Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung (Fraksi Gerindra), Modesta Marpaung (Fraksi Golkar) dan Beston Sinaga (Fraksi PKPI) beserta perwakilan pedagang Warkop Elisabeth Parlindungan Pangaribuan, Bakumsu Medan dan aktivis peduli pedagang. Boydo juga menyayangkan surat RDP dengan pedagang Warkop Elisabeth tidak ditandatangani yang menyebabkan rapat yang mereka lakukan terkesan tidak resmi secara administrasi kelembagaan.

Meskipun demikian, Boydo Panjaitan tetap meneruskan rapat dan mengatakan akan menjadwal ulang kembali RDP tersebut pada Jumat (16/8) nanti.

“Kita tetap akan melaksanakan RDP kembali dengan memanggil Kasatpol PP Kota Medan, Kabag Perekonomian Pemko, Kabag Hukum Pemko, Bapeda Pemko Medan dan pihak Kepolisian terkait penangakapan salah seorang pedagang diduga yang dijadikan provokator atas kejadian insiden kejadian tersiramnya Kasatpol PP Kota Medan, M.Sofyan ketika memimpin proses penggusuran pedagang Warkop Elisabeth,” ungkapnya.

Menurut Bendahara DPC Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini, agar para pedagang jangan dulu mendirikan dagangan atau berjualan di lokasi jalan Haji Misbah, sebelum ada rekomendasi dari Komisi C terkait keberadaan pedagang.

“Kita minta agar Pemko Medan  menata kembali pedagang Warkop Taman Ahmad Yani sebagai produk Usaha Kecil Menengah di Kota Medan, sebab, semua sudah mengenal warkop tersebut dan sudah menjadi salah satu ikon tongkrongan anak muda di Kota Medan. Keberadaan pedagang di dekat rumah sakit juga membantu pengunjung rumah sakit ketika lapar dan haus atau di saat menunggu keluarga dan sanak family (saudara) yang dirawat di rumah sakit tersebut,” ucap Boydo.

Pantauan Moltoday. com dilokasi, sebelum menutup rapat, Boydo juga mempertanyakan apa alasan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan penggusuran terhadap puluhan eks pedagang didepan RS Elisabeth beberapa waktu lalu itu.

“Kami dari Komisi C mau tanya kepada Pemerintah Kota Medan, kenapa dilakukan penggusuran dan apa alasannya? Kenapa dilakukan itu? Padahal sempat menjadi salah satu icon di Kota Medan kenapa bisa tiba-tiba dihancurkan, itu yang belum  kita dengar apa alasan diari Pemko Kota Medan. Dan seharusnya ketika  Ketua Komisi C langsung datang waktu penggusuran itu dan juga bapak Parlaungan Simangunsong (Komisi D) juga hadir disana.
Seharusnya  Pemerintah kota Medan bisa menahan untuk melakukan penggusuran itu, walau apapun yang terjadi. Kami sudah hadir disana dan mengatakan tahan dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Dame Duma Sari Hutagalung berharap ada solusi yang diberikan Pemko kepada eks pedagang warkop Elisabet ini secepat mungkin.(A-1Red)
Komentar Anda

Berita Terkini