PRM Res Tj.Balai

DELINEWSTV

Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Dijanjikan Jadi Pegawai Honorer DPRD Kota Medan, Apri Banurea Kena Tipu Jutaan Rupiah

author photo
Foto: Ilustrasi

MEDAN, MOLTODAY.COM - Apri Banurea (25) warga Martubung Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, tidak menyangka niatnya ingin jadi Honorer di DPRD Kota Medan, akhirnya kandas. Pasalnya, Apri mengaku kena tipu jutaan rupiah oleh Peter Pangaribuan yang mengaku sebagai tim sukses Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE.

"Peter Pangaribuan mengaku kepada saya bahwa dirinya mampu memasukkan Apri sebagai pegawai honorer DPRD Kota Medan," sebut Rouses de Fretes selaku pihak keluarga Apri, Minggu (10/11/2019).

Rouses mengatakan bahwa Peter mengaku kenal dengan Hasyim SE dan menjamin bisa memasukkan Apri sebagai pegawai honorer DPRD Kota Medan, hal itu membuat Apri tertarik dan bersedia menyetor uang yang diduga diminta Peter dengan dalih uang "pelicin".

"Peter mengaku ke Apri sebelum 16 September 2019 akan dikeluarkan SK dari Sekretaris Dewan DPRD Kota Medan dan ada pengukuran Baju seragam dinas," sambungnya.

Akan tetapi, masih kata Rouses, sampai pada 16 September 2019 lalu jelang Pelantikan anggota DPRD Kota Medan, Apri Banurea yang sudah berulangkali ke DPRD Kota Medan bersama Peter Pangaribuan hanya menunggu dan tidak terealisasi.

"Peter mengaku Pak Hasyim masih sibuk dan beliau masuk kantor selalu diatas pukul 12.00 Wib siang," ucap Rouses.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, mengaku tidak terima namanya dicatut terkait masalah kerja honorer di DPRD Kota Medan dengan memakai sejumlah uang.

"Peter sudah menemui saya untuk minta bantu memasukan orang kerja sebagai pegawai honorer di DPRD Kota Medan, akan tetapi saya tolak. Saya tidak bisa membantunya, karena saat ini ada pengurangan honorer dan silahkan saja komunikasi dengan Sekretaris Dewan," jelas Hasyim SE kepada wartawan melalui via telepon seluler. 

Ketua DPRD Kota Medan ini mengaku tidak tega dan menolak keras adanya praktek memakai uang pelicin bila ingin menjadi pegawai honorer DPRD Kota Medan.

"Orang lagi susah jangan dibebankan apalagi hingga meminta sejumlah uang Rp.15 Juta sebagai uang pelicin. Saya akan laporkan ke Polrestabes Medan, kalau Peter Pangaribuan tidak mengklarifikasi hal tersebut," tegas Hasyim.

Sementara Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Jurnalis Online Bersatu (DPP JOB), Ridwan Fahlevi dalam menyikapi persoalan penipuan honorer ini meminta kepada masyarakat agar jangan mudah  percaya pada siapapun. Sekalipun orang itu adalah orang dekat pejabat tersebut.

"Percayakan saja aturan dan proses yang berlaku. Lebih baik mengikuti kompetisi yang benar dari pada percaya pada seseorang yang belum tentu kebenarannya," ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar segera mengusut tuntas jika adanya dugaan praktik memakai "uang pelicin" bila ingin menjadi pegawai honorer.

"Pemerintah jelas harus mengambil sikap terhadap oknum yang terlibat, tentunya ada sanksi sesuai dengan kesalahan yang dibuat," pungkasnya.

(TIM)
Komentar Anda

Berita Terkini