SYAHBANDAR

SYAHBANDAR

Parah Benar Melihat Birokrasi Negara Ini, Rumah Sakit Laras PTPN IV Tolak Warga Tidak Mampu

author photo

Published: JAT Purba
Editor       : MBaktiN70

BandarHuluan, Moltoday.com - Miris dialami warga tidak mampu (miskin) Nur (54) penduduk Kecamatan Pematang Bandar, yang akan berobat di Rumah Sakit Laras PTPN lV milik BUMN ini.

Kejadiannya cukup menyedihkan, saat itu dimana sekitar Pukul 00.00 Wib penyakit yang di derita Ibu Nur kambuh dan Ibu Nur sudah sangat lemas, kemudian pada Pukul 03.40 Wib oleh keluarganya Ibu Nur di bawalah  ke Rumah Sakit Laras. Sesampainya di RS Laras satu jam kemudian diterima oleh seorang keamanan Rumah sakit tersebut serta dua (2) orang bidan, dan seorang  mengaku sebagai dokter.

Ketiga petugas tersebut mengatakan apa keluhan Ibu Nur,dan di jawab bahwa keluhannya adalah di perut terasa sangat Sakit.
Petugas jaga yang mengaku dokter tersebut mengatakan harus membawa surat rujukan, dari puskesmas setempat, padahal saat itu nur sudah kesakitan dan lemas, lagian bagaimana meminta rujukan kondisi pagi-pagi buta sementara hari Rabu 25/03/2020 adalah libur Nasional.

Petugas medis yang mengaku dokter tersebut mengatakan itu merupakan prosedur yang berlaku di Rumah Sakit Laras, dikatakan petugas yang mengaku dokter tersebut mengatakan benar Pasien sudah kami pulangkan, pasien yang datang mau berobat kesini karna mereka datang dari Jakarta, kami gak berani mana tahu ibu terinveksi corona ,lalu di jawab warga itu, " saya tidak kena corona " sembari menangis menahan sakit, ketiga orang wanita petugas medis tersebut tidak peduli dan menutup pintu masuk ruang IGD.

Sementara teman Ibu Nur menanyakan nama dokter tersebut mereka membisu seribu bahasa.
Ketua LSM Lingkar Rumah Rakyat Simalungun, ketika dimintai komentarnya pada Rabu itu juga mengatakan,bahwa kepala rumah Sakit Laras harus memberikan penjelasan kepada masyarakat, terutama warga tidak mampu yang hanya bermodalkan BPJS   pemerintah,tidak boleh berobat di RS.Laras,sehingga warga tidak kecewa,kami tunggu keterangannya.

Jika harus membayar kontan bilanglah Buk dokter, jangan bersikap kasarlah ujar Zoel Sinaga.
Untung pagi itu terus sigap membawa ke dokter di perdagangan walaupun dengan susah payah diperjalanan.
Padahal rumah Sakit tidak boleh menolak pasien miskin sesuai peraturan menteri kesehatan.

Menurut keterangan warga yang namanya tidak mau di sebutkan, bahwa Rumah Sakit Laras semenjak tidak di kelola management PTPN lV dan telah di kelola oleh anak perusahaan, pelayanan kesehatan Rumah Sakit tersebut semakin bobrok.
Komentar Anda

Berita Terkini