Selain Judi Tembak Ikan, Judi Togel Juga "Bertaburan" di Tanjung Morawa, Kapolsek Diduga Terima " Upeti "

author photo
Teks Foto: Lakasi tembak ikan do tanjung morawa saat penuh dikerumuni para pemain. (mol/ilustrasi/jl)

TANJUNG MORAWA | Pantasan Kapolsek Tanjung Morawa AKP  Jonni H Damanik bungkam ketika dikonfirmasi wartawan terkait aktivitas praktik perjudian di Wilayah Hukumnya. Rupanya bukan saja judi jenis tembak ikan, judi toto gelap ( togel ) berbagai merk juga bertaburan di Tanjung Morawa.

Informasi dihimpun oleh tim media moltoday.com dilapangan, Minggu ( 23/11/2025), kalau judi togel tersebut ada merk " Oppung ", " NN ", STM " dan " AK ". 

Menurut penuturan warga setempat berinisial RS (52), bahwa praktik judi togel di Tanjung Morawa sudah berlangsung cukup lama." Kalau judi togel itu sudah lama bang, sebelum pergantian kapolsek yang baru inipun sudah ada. Tapi kalau judi tembak ikan ini masih baru bisa dibilang semenjak AKP Jonni Damanik ini menjabat kapolsek," jelas RS.

Apalagi judi togel Oppung itu, lanjut RS, tidak pernah ada hentinya dan selalu saja eksis dan aman dari penindakan pihak Aparat Penegak Hukum ( APH ) " Kalau togel milik oppung itu aman terkendali bang, halnya aku juga pernah menjadi tukang tulisnya, dan tidak pernah ditangkap. Paling kalau ribut media Polisi buat giat razia ecek-ecek sambil mengambil foto dokumentasi yang dikirimkan ke pimpinannya" ujar RS.


RS juga menyebutkan dimana saja titik lokasi omset togel milik Oppung di Tanjung Morawa. " Dimana pun titik omset oppung itu aku tau bang. Kalau di Desa Dagang kerawang jurtulnya Erwin. Simpang Aek Pancur jalan Limau Mungkur dan di stadiun Angkot 15, Biyung Ziliwu.

Sebelumnya, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H Damanik dikonfirmasi terkait praktik penyakit masyarakat ini tidak menjawab alias bungkam. 

Dalam kebungkaman nomor satu di Mapolsek Tanjung Morawa itu menimbulakan asumsi negatif di tengah kalangan masyarakat, dan menuding Kapolsek sudah menerima " upeti" dari semua bigbos judi tersebut.

" Kalau tidak terima mana mungkin kapolsek dan Kanit Reskrim diam dan melakukan pembiaran," katanya.

Terkait dugaan penerimaan " upeti " dan pembiaran aktivitas perjudian  itu, warga meminta Kapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang supaya mengkaji ulang jabatan Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa. ( Red )




Komentar Anda

Berita Terkini