Dalam Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, PB Al Washliyah Audensi ke Kantor BNN RI

author photo


Teks Foto : BNN RI saat menerima audiensi Pengurus Besar (PB) Al Washliyah di Gedung BNN, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026). 


JAKARTA | Pengurus Besar (PB) Al Washliyah melakukan audensi ke kantor Badan Narkotika Nasional Repobelik Indonesia ( BNN-RI) di Gedung BNN, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026). 

 Dalam sambutanya, Kepala BNN RI Komjen (Pol) Suyudi Ario Seto,SIK, SH,MSi, mengajak semua ormas dan tokoh masyarakat ikut serta dalam memberantas dan memutus mata rantai peredaran narkotika di seluruh Indonesia, terutama bagi anak muda sebagai generasi penerus bangsa.

 " Ini menjadi PR kita semua, terutama anak muda sebagai generasi penerus. Tanpa dukungan kita semua termasuk Ormas dan tokoh masyarakat upaya kita tidak akan maksimal dalam menjaga aset bangsa menuju Indonesia Emas 2045 yang bersih narkoba," kata Komjen (Pol) Suyudi Ario Seto SIK, SH, MSi.

Dilansir dari Platform facebook BNN RI, disebut, pertemuan ini untuk membahas kerja sama strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Suyudi mengungkap keprihatinan terkait data prevalensi (persentase) pada 2025 mengalami peningkatan dari 1,73% menjadi 2,11%, yang berarti sekitar 4,1 juta masyarakat telah terpapar narkotika.

Ketua Umum PB Al Washliyah Dr Drs KH Masyhuril Khamis SH MM menyatakan kesiapannya untuk mendukung program-program BNN. 

Masyhuril memaparkan, Al Washliyah memiliki infrastruktur yang luas untuk membantu BNN dalam skala nasional, di antaranya jejaring organisasi di 35 provinsi dan 327 kabupaten/kota.

Kemudian pengelolaan 10 kampus dan 721 unit sekolah yang tersebar di 13 provinsi serta ribuan guru dan Dai pedesaan yang siap disinkronkan untuk memberi edukasi anti narkoba.

Menurut Masyhuril, pihaknya telah mengintegrasikan modul kurikulum anti narkotika di beberapa sekolah Al Washliyah.

"Kami ingin anak-anak memahami bahaya narkotika sejak dini termasuk ancaman jenis baru seperti narkoba cair pada rokok elektrik," jelas KH Masyhuril Khamis.

Sebagai langkah konkret, BNN dan Al Washliyah sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman (MoU).

Kesepakatan ini nanti akan diturunkan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat wilayah (Provinsi) hingga kabupaten/kota agar diimplementasikan pada fasilitas pendidikan dan dakwah, diharapkan dapat segera berjalan.

Hadir dalam audiensi,  jajaran pejabat tinggi madya BNN RI, termasuk Deputi Pencegahan, Deputi Rehabilitasi, Deputi Hukum dan Kerja Sama, Plt. Deputi Pemberantasan, Plt. Deputi Peran Serta Masyarakat, serta Kepala Biro Humas dan Protokol.

Sementara Ketua Umum PB Al Washliyah didampingi oleh jajaran pengurus bidang hukum, luar negeri, kajian strategis serta Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Al Washliyah.(red )

Komentar Anda

Berita Terkini