![]() |
| Teks Foto : Kantor Polsek Lau Baleng dan Meja judi tembak ikan. ( mol/int/ jl ) |
Karo | Warga di wilayah Kecamatan Lau Baleng dan Mardingding, Kabupaten Karo, menyatakan kekecewaan dan kekhawatiran menyusul maraknya aktivitas perjudian jenis ikan-ikan yang hingga Senin (22/6/2026) kian menjamur di tengah masyarakat. Warga menilai keberadaan praktik tersebut telah merusak tatanan moral serta mengganggu kondisi perekonomian keluarga.
Kekhawatiran semakin mendalam, warga mengaku was-was bahwa ke depannya bisa timbul keributan bahkan kasus pembunuhan di lokasi praktik judi tersebut, khususnya di kawasan Karo Berneh. Tak hanya itu, muncul dugaan dari kalangan warga bahwa sejumlah lokasi tempat berlangsungnya aktivitas tersebut telah memberikan upeti kepada Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Lau Baleng.
“Kami khawatir akan terjadi pembunuhan di lokasi ikan-ikan ini. Kami berharap agar jajaran Polda Sumut turun langsung ke Karo Berneh untuk mengungkap kasus ini sekaligus menangkap pihak-pihak yang terlibat atas maraknya praktik tersebut,” ujar salah satu warga.
Bahkan warga menyampaikan peringatan tegas. Jika hingga batas waktu tertentu tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak kepolisian, mereka berjanji akan bertindak sendiri.
“Sepertinya pola ini akan terulang terus. Kalau tidak ditindak, lokasinya akan kami bakar,” tegas warga lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada hari yang sama, lokasi berlangsungnya judi ikan-ikan diketahui berada di dua tempat: sebuah kedai kopi di Desa Perbulan, jalur menuju Patarum atau yang biasa disebut Lobri, serta di warkop Loning Lau Solu, Kecamatan Mardingding.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kapolsek Lau Baleng AKP A Nainggolan menyampaikan apresiasi atas laporan yang disampaikan. “Terima kasih atas informasinya pak, akan segera saya cek ke lapangan,” jawab AKP A Nainggolan secara singkat. (Red)
