![]() |
| Teks Foto : Kapolda Sumut ( kiri atas/int) Kapolresta Deli Serdang ( kanan atas/int) ayah korban ( kiri bawah/ istimewa/ korban ( kanan bawah/ istimewa )( mol/Sam) |
DELISERDANG | Kasus kekerasan berupa pembacokan yang menimpa seorang pelajar bernama Agung Wardana Sembiring (14), pelajar Madrasah Tsanawiyah di Bangun Purba, Deli Serdang hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan yang memuaskan pihak keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Deli Serdang, AKP Hendri Ginting yang menangani kasus tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026) mengenai perkembangan kasus itu tidak bersedia memberikan keterangan.
Dalam situasi yang penuh kekhawatiran ini, orangtua korban, Jeraman Sembiring menyampaikan harapan yang tulus, agar kasus anaknya segera ditangani secara serius dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Jeraman Sembiring berharap kepada Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Muhammad yang baru saja dilantik dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Sony Irawan yang baru saja menjabat dapat memberikan perhatian khusus dan memastikan proses hukum berjalan lancar, cepat, dan berkeadilan.
"Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami. Semoga pimpinan yang baru di Polda Sumut dan Polresta Deli Serdang dapat melihat dan mendengar jeritan kecil kami, agar kasus ini segera dituntaskan," ucap Jeraman Sembiring kepada wartawan Rabu (21/10/2026).
Jeraman Sembiring pun berharap penanganan kasus ini menjadi momentum penting untuk menjamin keamanan dan perlindungan bagi setiap pelajar di Sumatera Utara dari ancaman kekerasan yang semakin mengkhawatirkan.
"Apalagi sesuai dengan motto dari Kapolri yang baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang mengatakan bahwa Polisi Bersama Masyarakat yang berarti polisi itu hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat," ungkap Jeraman.
Seperti diketahui sebelumnya, Agung Wardana Sembiring (14), pelajar Madrasah Tsanawiyah di Bangun Purba, Deli Serdang, menjadi korban pembacokan brutal oleh kelompok geng motor di depan SMAN 1 Bangun Purba pada 8 September 2024. Pelaku utama yang berstatus DPO bernama Abu Dzar Ghifary Nasution hingga kini belum tertangkap.
Peristiwa pembacokan yang menimpa korban terjadi pada Minggu, 8 September 2024, di depan SMAN 1 Bangun Purba, Deli Serdang.
Kalau itu, Agung mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya, M Alfi Pratama, sepulang dari Desa Pertangguhan (Galang) menuju rumahnya di Dusun Lau Bintang Desa Lau Rempak, Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang.
Namun, saat berada di depan Kantor Camat Bangun Purba, korban sempat dihadang pelaku dan menolak berhenti, lalu dikejar oleh komplotan yang diduga anggota geng motor.
Korban dibacok di bagian kepala dan mengalami luka parah hingga harus menjalani operasi batok kepala di RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam.
Namun mirisnya, hingga kini pelaku utama yang diidentifikasi sebagai Abu Dzar Ghifary Nasution telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), namun belum juga diringkus oleh polisi. (Sam/Red )
