DURIAN SIBOLANG

MUHARAM DISKOMINFO MDN

MUHARAM DISKOMINFO MDN
Tahun Baru 1 Muharam

Diskomifo MDN HUT RI 74

Diskomifo MDN HUT RI 74
HUT RI 74

Pemilik Dan Ahli Waris Tanah Pertapakan UPTD Puskesmas Rawat Inap Lahomi Kecewa Pada Status Puskesmas Lahomi.

author photo

Published : Yunianto War
Editor        : Redaksi 

NIAS Moltoday.com – Perseteruan pemilik tanah yang mengklaim atas hak sertifikat dengan pihak Pemerintah Nias Barat dalam hal Pembangunan  Puskemas Lahomi yang baru saja siap dibangun Pemerintah di Desa Sitolu Banua Kec.Lahomi dihebohkan dengan penanaman pohon pisang persis di depan jalan masuk Puskesmas.


Terpisah, Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli S.pd saat di konfirmasi di kediamannya Pendopo Bupati Nias Barat Selasa, 04 Mei 2019 sore menjelaskan kepada Media, bahwa hibah pertapakan Puskesmas Lahomi ada, dan secara logika Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Barat tidak bodoh, membangun Puskesmas yang biayanya miliaran rupiah, kalau hibah tanah tidak ada. Perihal status,  Puskesmas Lahomi masih rawat jalan dan Pemda katakan rawat inap tujuannya untuk memberi semangat agar masyarakat tidak kecewa.


UPTD Puskesmas Rawat Inap Lahomi yang berada di Desa Sitolu Banua Kec.Lahomi Kab.Nias Barat yang telah di kasih merek UPTD Puskesmas Rawat Inap Lahomi padahal rawat jalan.

Prihal tersebut  disampaikan salah satu pegawai Puskesmas Lahomi yang tidak mau di sebut namanya saat konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan,  Puskesmas Lahomi bukan rawat inap, tapi rawat jalan karena belum ada ijin dari Menteri Kesehatan untuk rawat inap di Puskesmas Lahomi.


Kepada wartawan pemilik tanah, Faonasokhi Daeli alias Ama Rope Daeli menjelaskan, “pada tahun 2017 sebelum bangunan lam dibongkar (60 X 60 M), bangunan Puskesmas Lahomi yang sedang dibangun tidak sesuai dengan batasan hibah yang kami ijinkan atau disepakati, adanya pertambahan panjang 53 M dan 23 M lebar, juga masih terdapat pohon karet okulasi namun sampai saat ini belum kami serahkan hibahnya”.


Lanjutnya, di tahun 2017 Bupati Nias Barat mengatakan puskesmas ini nantinya kita jadikan rawat inap tetapi sampai saat ini status masih rawat jalan " ujarnya dengan nada kesal


Ia juga menyebutkan, Masyarakat kecewa dengan pelayanan di Puskesmas Lahomi,  karena salah satu pasien yang dibawa ke Puskesmas Lahomi dilayani hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Gunung Sitoli,  sampai di pertengahan jalan meninggal "pungkasnya".
Komentar Anda

Berita Terkini